Monday, 2 June 2014

Contoh Media Pembelajaran Untuk Mata Pelajaran Seni Rupa

Assalamualaikum WR. WB.

Berikut ini saya akan berbagi sedikit contoh media pembelajaran untuk mata pelajaran seni rupa yang berbentuk poster.

Di sini saya membuat sebuah media pembelajaran berbentuk poster dengan pokok bahasan menghias keramik.

Dalam membuat media pembelajaran tentunya kita harus mengacu pada RPP, berikut ini RPP yang saya buat untuk melengkapi media pembelajaran yang saya buat.

 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMP Negeri 01 Cililin
Mata Pelajaran : Seni Budaya dan Keterampilan
Kelas/Semester            : XI , 1
Waktu              : 1 X 45 menit

A. Standar Kompetensi
.     Mengolah,  menyaji, dan menalar dalam  ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang)  sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lainnya yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar
Menerapkan ragam hias pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
C. Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat memahami proses dekorasi pada bahan keramik
- Siswa dapat mengikuti langkah-langkah dalam proses dekorasi pada bahan keramik
- Siswa dapat membuat laporan tertulis dari praktik dekorasi pada bahan keramik
D. Materi Pembelajaran / Materi Pokok dan Uraian Materi :
Mendekorasi keramik dengan teknik Nerikomi
-          Pengertian Teknik Dekorasi Nerikomi
-          Keunggulan Teknik Nerikomi dibandingkan teknik dekorasi keramik lain
-          Fungsi alat dan bahan yang digunakan dalam proses dekorasi teknik Nerikomi
-          Langkah – langkah dekorasi keramik teknik Nerikomi
E. Kegiatan Pembelajaran :
1. Kegiatan Awal :
- Apersepsi
- Guru mengecek kelengkapan alat dan bahan yang dibawa siswa untuk melakukan proses dekorasi teknik Nerikomi sesuai yang telah ditugaskan pada pertemuan sebelumnya.
- Guru membimbing siswa untuk duduk sesuai kelompok yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya.

2. Kegiatan Inti :
- Guru menjelaskan pengerian Teknik Dekorasi Nerikomi dan keunggulan teknik tersebut untuk menghias keramik dibandingkan teknik menghias yang lain.
- Guru menjelaskan kegunaan alat – alat dan bahan yang dibawa oleh siswa.
- Guru memberikan gambaran singkat mengenai langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan dekorasi teknik Nerikomi dengan bantuan media pembelajaran poster yang telah disiapkan guru.
- Guru membimbing siswa untuk melakukan proses dekorasi Nerikomi pada keramik dengan cara menunjukan langkah-langkahnya yang kemudian diikuti oleh siswa.
3. Kegiatan Akhir :
- Guru membimbing siswa untuk mengumpulkan dan meletakan hasil karya nya di suatu tempat yang aman.
- Guru dan siswa melakukan apresiasi bersama pada semua karya.
- Guru dan siswa membuat rangkuman dari proses berkarya yang telah dilakukan.
- Guru memberikan tugas rumah pada siswa yaitu membuat laporan tertulis mengenai proses dekorasi Nerikomi yang telah dilakukan.
- Guru memberikan alamat e-mail untuk pengumpulan tugas rumah dan tenggang waktunya.
F. Bahan dan Alat Pembelajaran
- Buku Seni Budaya untuk SMP dan Mts kelas XI. Karangan Sri Hermawati Dwi arini, dkk. Penerbit  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Media pembelajaran cetak dari guru.
G. Penilaian
- Jenis tagihan : tugas individu dikirim lewat e-mail.
- Bentuk tagihan : laporan tertulis.
                                                                                                Bandung Barat, 18 Maret 2014
          Mengetahui,


          Kepala Sekolah                                                                  Guru Mata Pelajaran,


Dr. Riki Nurdiansyah, M. Pd.,                                              Risa Rahmawati, M. Pd.,
        NIP. 0899990651123                                                        NIP. 08966610442009


Dan berikut ini posternya. Poster ini saya cetak dengan ukuran A2 agar tulisannya dapat dilihat dengan jelas oleh peserta didik.


Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin….

Saturday, 31 May 2014

SENI RUPA ISLAM MODEREN, KONTEMPORER DAN KLASIK

Berikut ini saya akan berbagi sedikit ilmu mengenai Seni  Rupa Islam Moderen  dan berkaitan juga dengan Seni Rupa Kontemporer dan Klasik.

Mengenai pengertian seni rupa atau definisi seni rupa sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, sekarang saya akan menjelaskan sedikit yang saya ketahui mengenai Seni Rupa Islam Moderen yang ini yang saya dapat ketika mengikuti kuliah Seminar Pendidikan Agama Islam (SPAI).

Meskipun komposisi kata seni, rupa, islam dan modern dirubah urutannya menjadi kalimat seni rupa modern yang islami, meskipun sekilas terlihat sama namun maknanya berbeda. Seni rupa islam modern merujuk pada karya-karya seni rupa original yang lahir dari kemajuan pemikiran dan peradaban para umat Islam seperti kaligrafi dan arsitektur masjid. Sedangkan seni rupa modern yang islami merujuk pada pengertian karya-karya seni rupa modern namun bernuansa Islami atau dihiasi dengan warna-warna Islam.
Saat itu yang muncul dalam fikiran saya adalah ‘bagaimana batasan/limit antara seni rupa islam modern, seni rupa islam kontemporer dan seni rupa islam klasik ?’

Maksud saya adalah jika ada seni rupa islam modern dan kontemporer logikanya berarti ada seni rupa islam klasik/tradisional. Jadi  jika karya-karya seni dipisah-pisah seperti itu berarti ada perbedaan sehingga masing-masing digolongkan apakah masuk ke dalam karya modern ataukah kontemporer dan seterusnya. Pertanyaan saya apa yang membedakan antara seni rupa islam modern dengan seni rupa islam kontemporer dan seni rupa islam klasik?

Ternyata saat diskusi tersebut kebanyakan menjawab perbedaan nya dari segi waktu atau zaman. Jika seni rupa modern itu kekinian sedangkan karya seni rupa klasik itu karya-karya zaman dulu.
Tetapi jika perbedaan nya dari segi waktu/zaman berarti ada limit waktunya donk, missal dari tahun sekian sampai tahun sekian itu jamannya seni rupa islam klasik, lalu tahun sekian sampai tahun sekian zamannya seni rupa islam kontemporer dan seterusnya. Yang lebih aneh lagi, penyaji dalam diskusi itu mengatakan bahwa seni rupa modern dan kontemporer itu sama. Benarkah demikian??

Untunglah teman seangkatan saya yang bernama Rifki Zaenal Muttaki menjawab pertanyaan saya dengan sangat memuaskan. Dia bilang, sebenarnya memang benar seni rupa klasik atau tradisional itu adalah karya-karya zaman dahulu, namun zaman dahulu juga sudah ada yang namanya seni rupa kontemporer dan seni rupa modern. Jadi jika saat itu atau saat ini ditemukan sesuatu yang baru maka hal tersebut dikatakan modern, namun jika telah ditemukan hal yang lebih baru lagi, maka hal baru yang sebelumnya bergeser menjadi seni rupa kontemporer.

Jawaban tersebut akhirnya menjawab pertanyaan saya dan menjadi penutup diskusi.


Demikian sedikit ilmu dari saya, berikut ada foto saya di depan mesjid dengan arsitektur kontemporer, yaitu mesjid Al-Furqon di kampus saya, UPI.  Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua…amin.


Friday, 30 May 2014

CARA MEMBUAT CETAKAN PATUNG TORSO

Berikut ini saya akan berbagi pengalaman mengenai cara membuat cetakan patung dari bahan semen. Di sini saya akan membuat cetakan patung torso yaitu patung dengan bentuk setengah badan.
Jika anda belum sepenuhnya paham mengenai patung torso, silahkan klik link di bawah ini.

http://catatansenirupa.blogspot.com/2014/04/contoh-patung-torso.html

Dan jika anda sudah paham anda tinggal pahami langkah-langkah membuat cetakan patung torso seperti di bawah ini ;
Pertama, siapkan model patung torso dari tanah liat yang sudah setengah kering. Lalu tandai dengan cara membuat garis di sekeliling tepi badan dengan menggunakan kawat atau benda tajam lain agar patung torso terlihat menjadi dua bagian yaitu bagian depan dan bagian belakang. Jangan lupa perhitungkan lekukan-lekukan pada model jangan sampai nanti cetakan susah dibuka karena tersangkut.



Siapkan lempengan-lempengan seng yang tipis, lalu tancapkan disekeliling garis tadi.


 Lapisi seluruh permukaan model dengan mentega termasuk juga seng nya jangan lupa diberi mentega.


Buatlah adonan semen nya dengan cara mencampurkan semen dan air secukupnya lalu di aduk. Jika takut encer, kalian bisa menambahkan adonan dengan pasir (seperti tukang bangunan).


Tidurkan model patung torsonya lalu lumuri dengan adonan semen tadi.


Diamkan kurang lebih 24 jam.


Jika sudah didiamkan sekitar 1 hari lalu balikan model torsonya menjadi telungkub. Lepas seng- seng yang menempel di pinggir (kecuali yang di bawah) lalu lapisi lagi dengan mentega.



Tutupi lagi dengan adonan semen lalu diamkan kembali selama 24 jam (boleh lebih).


Terakhir buka deh semen bagian depan dan belakangnya.


Jadi deh cetakan patung torso nya….selamat mencoba… ^^


Thursday, 29 May 2014

MENIRU GAYA HENRI MATISSE

Inilah lukisan karya saya dengan judul ‘Nurdiansyah’ buatan tahun 2014 dengan media cat minyak di atas kanvas.

Bisa anda lihat disebelah foto saya ditampilkan gambar asli karya seniman Henri Matisse, yaitu seniman yang saya aproviasi untuk tugas-tugas di mata kuliah Seni Lukis II.


Jika Henri Matisse melukiskan anak perempuannya yang bernama Marguerite, maka di sini saya melukiskan rekan saya bernama Riki Nurdiansyah namun dengan gaya lukisan dan teknik yang sama. 



Dan berikut ini karya saya juga yang mengadaptasi dari lukisan Henry Matisse yang berjudul ‘Woman With A Hat’. Yang berbeda dari lukisan saya adalah sebenarnya itu adalah potret saya.




Yuuukk ah semoga postingan ini bermanfaat....
Assalamualaikukm Wr. Wb.

Wednesday, 28 May 2014

RISA IKUT MEMERIAHKAN WISUDA GELOMBANG 1 2014

Yeeee…inilah hari yang ditunggu-tunggu, wisuda gelombang 1 tahun 2014 Universitas Pendidikan Indonesia, akhirnya setelah sekian lama ada juga hari libur kuliah dan inilah yang aku nantikan karena aku ingin sekali liburan, ingin pergi ke tempat-tempat baru untuk berwisata.

Tapi sayang seribu sayang, mungkinkah aku harus melewatkan kesempatan wisudan yang setahun hanya 2 kali ini untuk liburan? Padahal aku mungkin bisa memanfaatkan moment ini untuk usaha walaupun hanya sekedar berjualan makanan atau cinderamata kecil-kecilan. Tik tok tik tok, setelah difikir fikir…ya sudahlah aku gak akan liburan, aku akan berjualan aksesoris bikinan aku pas acara wisudaan dan membagi-bagikan bunga untuk senior-seniorku yang diwisuda, mungkin itu akan menjadi pembelajaran yang sangat baik bagiku.

Akhirnya tibalah hari Rabu, 16 April 2014. Tepat hari itu Wisuda Gelombang 1 tahun 2014 UPI digelar. Di sekitar Gymnasium banyak sekali orang dan mobil parkir disana, tak ketinggalan para pedagang termasuk pedagang asonganpun tidak kalah banyaknya, termasuk saya hehe yang saat itu turut serta menjadi pedagang asongan menjajakan aksesoris seperti gelang, kalung, bros, gantungan kunci dan gantungan hp buatan saya.




Menjelang jam 12 para wisudawan mulai keluar dari Gymnas, sayapun langsung berhenti berdagang lalu bertransformasi menjadi para penyambut wisudawan. Bunga-bunga siap untuk dibagikan kepada para seniorku yang saat itu tengah berbahagia menyambut hidup yang baru.



Aku pun memberikan ucapan selamat pada senior-seniorku dari jurusan Seni Rupa dan Teknik Mesin sambil memberikan bunga pada mereka dan berfoto bersama. Senang sekali rasanya, aku seperti ikut berbahagia melihat mereka yang berpakaian toga.



Sehabis ikut memeriahkan acara wisudaan di kampus, aku langsung balik ke kosan. Wah, hari masih siang nih, aku sama pacar aku lalu pergi main ke Kepatihan. Di sana kami jalan-jalan, makan di lantai 3 Kings Shopping Center dan terakhir nonton bioskop di lantai 4 nya.


Hari yang menyenangkan, terimakasih buat Riki yang selalu menemani dan meneraktirku…you’re the best…

Thursday, 10 April 2014

TUTORIAL SENI GRAFIS, TEKNIK CETAK DALAM / ETSA

Teknik cetak dalam adalah suatu teknik dalam seni grafis untuk menghasilkan gambar dalam jumlah yang banyak dengan bentuk yang sama menggunakan cetakan khusus dari plat logam yang kemudian di press pada kertas sehingga menghasilkan gambar yang sama dengan gambar yang terdapat pada cetakan.

Berikut langkah – langkah / tutorial teknik cetak dalam atau yang lebih dikenal dengan sebutan Etsa,

Siapkan lempengan khusus (plat) yang terbuat dari logam untuk cetakan (kalau tidak salah terbuat dari kuningan).



Lapisi dengan aspal hardground dengan bantuan kuas tembok ukuran kecil (tipis saja lapisinya. Yang penting rata)



panggang di atas kompor yang tidak berapi atau didalam oven. panggang sampai kluar asap.



Angkat plat dari atas panggangan lalu gambarlah sesuatu di atas plat tersebut dengan teknik toreh menggunakan benda tajam seperti jarum atau ujung jangka.
Kalau disini saya mencoba menggambar sepatu di plat tersebut, hasilnya seperti berikut ini.



Kemudian rendam dalam air keras (lama perendaman tergantung ada kepekatan air keras, coba dulu saja merendam ± 5 menit. Jangan terlalu lama merendamnya karena bisa-bisa platnya gosong.



Untuk mengetahui apakah perendaman sudah cukup atau belum, coba angkat plat dari dalam air keras (jangan lupa memakai sarung tangan karena air keras sangat berbahaya bagi kulit) lalu bersihkan di dalam air putih biasa, setelah itu coba gesekan jarum di atas plat tersebut, jika jarum menyangkut pada arsiran gambar itu berarti goresan sudah cukup dalam maka perendaman sudah cukup dan berhasil, tetapi jika jarum belum menyangkut makap plat  harus direndam kembali.



Jika plat sudah sukses direndam di dalam air keras, siapkan cat grafis (khusus) dan campurkan dengan sedikit salep (khusus), lalu aduk rata.



Bubuhkan campuran cat grafis tersebut di atas plat dan ratakan sampai plat seluruhnya rata tertutupi oleh cat.

 

Lalu bersihkan lagi cat yang ada di plat tersebut dengan cara di gosok menggunakan kertas/Koran bekas sampai yang tersisa hanyalah cat yang terkurung dalam arsiran-arsiran ada gambar yang ada di plat.



Simpan palt di atas mesin press (mesin khusus untuk grafis).Satu kali press bisa menggunakan beberaa plat sekaligus, seperti saya yang melakukan press bareng dengan teman saya yang lain.



Tutupi oleh kertas yang sebelumnya telah dicelupkan ke dalam air bersih dan dijemur sehingga kondisi kertas dalam keadaan tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.



Tutupi lagi dengan kain penutup yang sudah tersedia ada mesin press, lalu putar mesin press nya sampai plat telah barpindah dari kiri ke kanan ataupun sebaliknya.
Buka kain penutup mesin tadi, dan lihatlah hasilnya



Jadi kini saya dapat mengahasilkan ratusan gambar sepatu yang mirip satu sama lain dengan  plat yang saya punya dan mesin press tadi.




Sekian tutorial teknik etsa dalam materi Seni Grafis dari saya semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan ilmu ini data menambah keimanan kita pada Allah SWT, aminnn………..

Friday, 4 April 2014

MATERI SENI GRAFIS , TEKNIK LINO CUT / CETAK TINGGI

Berikut ini saya akan berbagi sedikit ilmu saya mengenai mata kuliah Seni Grafis 1 dimana materinya kali ini adalah ‘Teknik Lino Cut’.

Teknik Lino Cut itu istilah lainnya adalah teknik cetak tinggi. Jadi suatu bahan karet yang memiliki permukaan halus di cungkil menggunakan alat cungkil sehingga menciptakan efek timbul seperti relief. Karet yang sudah dicungkil itu lalu dipulas dengan cat khusus dan ditamplokkan ke kertas dan jadilah sebuah gambar. Teknik ini mirip dengan stempel. Tahu kan temple?Hah, gak tau?Kalo cap tahu gak?ya yang suka dipakai sama kepala sekolah buat nge cap izasah,,,Nah kayak gitu prinsip tekniknya. Jadi intinya sih suatu cetakan untuk dapat memperbanyak gambar dengan ukuran dan bentuk yang sama persis.

Kali ini bahan yang kita gunakan untuk mencetak adalah karet yang flat (rata). Saya tidak tahu nama persisnya apa, tapi ya sudahlah kita mulai saja prosesnya.

Sediakan karetnya, bentuknya seperti pada gambar di bawah ini
Hampelas dulu sampai permukaannya halus banget dan terlihat permukaan aslinya yang berwarna keabuan.



Bikin sebuah kotak pada kertas putih polos yang ukurannya sama persi dengan karet tadi.



Gambarlah sesuatu di dalam kotak tersebut. Biasanya materi pertama gambarnya harus kumpulan benda geometris. Gambar dulu sama pinsil yah hjangan lupa perhitungkan gelap terangnya gambar mengikuti arah cahaya pada gambar tersebut.



Lalu pertegas lagi gambarnya menggunakan tinta cina dan kuas (spidol juga bisa). Hehe berikut contoh bikinan saya.
Gunting sampai ukurannya pas dengan karet.


Lalu tutupi karet tadi dengan gambar bikinan kita barusan dengan posisi telungkub.
Tuangkan minyak kayu putih.
Lalu gosok-gosok dengan kuat menggunakan tisu sampai rata dan gambar terlihat tembus.



Buka kertasnya, taraaaaaa,,,gambarnya kejiplak.



Habis itu siapkan cungkil (alat khusus untuk mencungkil).
Lalu cungkil bagian-bagian yang nantinya mau berwarna putih dan jangan dicungkil bagian yang nantinya mau berwarna hitam.


Hasilnya kayak gini. Hehe bikinan saya kurang bagus karena saya tidak ahli mencungkil.



Lalu siapkan cat sekitar setengah sendok dan tuangkan diatas permukaan licin seperti kaca.



Siapkan rol lalu gulung cat tadi sampai terasa rata di rol tersebut.



Rol-kan (aduh bahasa apa ituh) di atas permukaan karet yang sudah dicungkil tadi.



Lalu tutupi karet tadi dengan kertas polos.


Gosok-gosok menggunakan benda rata missal gagang cungkil atau pinsil.



Lalu buka kertasnya



Walaaah..jadi deh. Kini sekarang saya bisa membuat gambar itu sebanyak yang saya mau, bisa beribu ribu dan berrrrrrjuta-juta….
Sekian, terimakasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review
SEO Links Exchanges, Blog Link Building Service Build Your Links For Free, Links Building Service SEO Links Attitude | Free SEO Links Building Free Backlink Service, Links Building 4 Free