Friday, 24 July 2015

Motif Batik Karya Murid-Muridku

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah masa PPL aku udah berakhir..lega rasanya bisa dapat nilai A. Karena kebetulan aku lagi ada waktu senggang, nih aku mau tunjukin karya anak-anak ku di SMP Muhammadiyah 6 Bandung (tempat PPL) waktu praktik membuat desain motif batik, semuanya dibuat oleh anak-anak kelas VIII E, berikut beberapa di antaranya.

1. Silvia I. Z.

 2. Ridzky Setyo N.

 3. Rana Haifa Yumna

4. Maryanti

5. Rossidah

 6. Taufiq H.

7. M. Syahriyal Yusuf

8. Sindi Nanda T.

9. Shalma Vistha

 10. Ahmad Saepudin

11. Renna Resti Diana

12. Anisa Aulia Fujiyanti

13. Annisa T.I.

 14. Sendy Ariyawan

15. Anisa Irvania Rahayu


Bagus kan, semoga bisa jadi inspirasi.

Tuesday, 19 May 2015

PRAKTIK SENI RUPA DI KELAS, MATERI SENI GRAFIS, KONSEP CETAK TINGGI

Lama tidak menulis di blog ini, rasanya rindu sekali. Kesibukan saya PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) di SMP 6 Muhammadiyah Kota Bandung membuat saya ingin berbagi pengalaman mengajar saya untuk materi seni rupa yang semoga saja dapat menjadi inspirasi bagi kalian yang sedang mencari ide tentang konsep pembelajaran dan praktik seni rupa yang menarik di sekolah.    

Kali ini materinya adalah tentang Seni Grafis. Pada pertemuan sebelumnya, saya sudah menjelaskan (pada saat itu saya melakukan praktik ini di kelas VIII E) bahwa berdasarkan fungsinya seni rupa dibagi menjadi 2 yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan, sedangkan seni rupa berdasarkan jenisnya itu dibagi 3 yaitu seni rupa murni, desain dan kriya. Jenis-jenis karya seni rupa murni yaitu seni lukis, seni patung dan seni grafis. Karena di buku materi selanjutnya adalah tentang konsep seni grafis, maka di akhir pertemuan saya menyuruh siswa-siswi agar minggu depan membawa satu buah ubi (yang belum dimasak) yang cukup besar dan pisau.

Pada pertemuan selanjutnya, Alhamdulillah anak-anaknya pada nurut. Tapi sebelum melakukan praktik saya memberikan pengantar sebentar mengenai konsep seni grafis. Pada dasarnya seni grafis adalah seni mencetak gambar dan tulisan. Seni grafis atau sering disebut seni cetak terbagi menjadi 3 yaitu cetak tinggi, cetak dalam dan cetak saring (sablon), namun ada pula yang menambahkan dengan cetak foto. Contoh paling sederhana dari cetak tinggi yaitu stempel (itu loh cap yang suka dipakai sama kepala sekolah), jadi hari itu kita semua praktik membuat stempel sederhana dari ubi mentah.
Tahapan praktiknya yaitu pertama ubi yang sudah dibersihkan dibagi menjadi dua bagian (harus rata).


Lalu saya meminta mereka untuk membuat pola inisial nama mereka sendiri menggunakan pulpen atau pinsil (dengan catatan untuk huruf-huruf tertentu seperti E,R,S,D,G harus dengan posisi terbalik).


Lalu dengan hati-hati menggunakan pisau san cungkil mereka membuat huruf-huruf tersebut menjadi timbul seperti berikut ini.

Jika sudah selesai, taplokkan cap tersebut pada cat yang sudah saya siapkan (saat itu saya menggunakan cat akrilik yang tidak dicampur air sehingga tekstur cat nya kental). 


Lalu tempelkan cap tersebut di atas kertas.


Dan beginilah hasilnya. Sangat bervariasi. Untuk yang belum kelihatan bentuk hurufnya saya meminta muridnya untuk lebih merapihkan capnya selagi masih ada waktu.

k
Ya, itulah konsep sederhana dari seni grafis. Sebenarnya konsep pembelajaran seperti ini dapat diterapkan di kelas-kelas tingkatan yang lebih bawah, bahkan saya dengar ada yang menerapkannya di SD. Namun pertimbanagn saya untuk menerapkan pembelajaran ini di kelas VIII karena saya yakin usia tingkatan itu sudah mampu mempergunakan pisau dengan baik, karena pembelajaran ini menggunakan benda tajam seperti pisay dan cungkil  saya takut jika diterapkan di kelas yang lebih bawah akan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.


Pengalaman mengajar hari itu sangat berkesan untuk saya, semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi anda dalam mengajar. ^^

Saturday, 10 January 2015

PASAR SENI ITB 2014

Alhamdulillah tahun udah berganti, meskipun sangat telat namun saya masih bisa posting di blog ini. Kali ini saya mau posting tentang event kampus yang ngehits banget kemarin-kemarin ini. Namanya Pasar Seni ITB. 

Yaps ini acara diselenggarain tanggal 23 November 2014 lalu, tapi sayang saya posting ini tulisan telat banget karena kesibukan saya akhir-akhir ini.

Jadi ya itu, anak-anak ITB nyelenggarain acara namanya Pasar Seni ITB. Namanya pasar ya berarti itu tempat orang berjualan, dan memang acara itu konsepnya menjual barang-barang seni ke public agar yang bisa membeli karya-karya seni itu bukan cuman orang kaya aja tapi masyarakat luas juga memiliki kesempatan untuk menikmati dan membelinya.

Di Pasar Seni ITB disediakan lebih dari 150 stand produk seni dan lebih dari 100 stand makanan. Yang ngisi stand-stand produk seni nya bukan orang-orang biasa lho, banyak seniman-seniman tersohor ikut mejeng di sana. Selain produk seni dan makanan ditampilkan juga berbagai live performance untuk memeriahkan acara. Disana juga banyak instalasi dan patung-patung dekoratif yang laku banget dijadiin spot untuk foto-foto. Pokoknya rame. Saking ramenya, pengunjungnya membludak banget. Keren lah..

Nah berikut ini foto-foto saya keliling-keliling di Pasar Seni ITB.




















Oke kalo gitu udah dulu yaaah terima kasih telah membaca,

Saturday, 25 October 2014

Pengaruh India pada Kebudayaan Indonesia

Berikut ini saya akan berbagi ilmu mengenai Sejarah Seni Rupa Asia yang mana tema-nya kali ini adalah Pengaruh India pada Kebudayaan Indonesia. Materi ini merupakan catatan yang saya dapat saat saya mengikuti kuliah Sejarah Seni Rupa Asia yang mana dosen saya saat itu adalah yang terhormat, idola saya, Suryadi, S. Pd.,M. Sn.,

Ada pendapat para ahli sejarah yang mengatakan bahwa India mengalami ekspansi sehingga pengaruhnya luas ke Indonesia, Birma, Thailand, Laos, amboja, Nepal, China, dll. Sehingga disebut ‘The Greater of India (India yang diperluas)’.

Hal tersebut didukung oleh teori-teori sebagai berikut :
1.       Teori Ksatria
Berhubungan dengan politik yang dilakukan oleh para raja dan ksatria dengan melakukan ekspansi melalui peperangan, koloni dan paksaan. Kelompok ksatria sekaligus menularkan budaya India ke kebudayaan setempat dengan kekuatan senjata.
Kelemahan Teori : Tidak pernah ada catatan sejarah yang mengatakan ada ekspansi India ke Indonesia. Kelompok ksatria di india bukan pelaku utama kebudayaan jadi tidak mungkin disebabkan oleh kaum ksatria (pelaku kebudayaan adalah kaum Brahmana).

2.       Teori Waisya / Waica
Berhubungan dengan factor ekonomi, waisya adalah kaum pedagang. Diperkirakan kaum waisya memperluas jangkauan perdaganganya ke beberapa Negara, di Negara singgahannya itu kaum waisya melakukan perkawinan dan terjadi hubungan yang erat maka terjadilah Asimilasi (perpaduan) kebudayaan yang dikenal ‘Penetration Fasifique’, yaitu masuknya kebudayaan dengan cara damai (lewat perdagangan, perkawinan, hubungan social, dll.)
Kelemahan Teori : Kaum waisya bukanlah ‘ahli kebudayaan’ atau tokoh-tokoh budaya, sedangkan hasil kebudayaan di Indonesia sangat tinggi, contohnya candi Borobudur. Jadi, kaum waisya sulit membuktikan pengaruhnya pada hasil kebudayaan yang sangat tinggi tersebut.

3.       Teori Brahmana
Brahmana = pendeta. Di India brahmana menguasai berbagai budaya misalnya agama, bahasa, arsitektur, dll. Diperkirakan kebudayaan di Indonesia yang sangat tinggi mendapat pengaruh dari kaum brahmana tersebut. Buku cilpasastra yang dibuat oleh kaum Brahmana yaitu buku tentang tatacara bangunan (arsitektur), berikut relief, patung,dll.
Kelemahan Teori : Tidak menjadi kebiasaan kaum Brahmana melakukan ekspansi. Biasanya kaum brahmana hanya berada di India.

Kemungkinan paling logisnya yaitu :

1.       Faktor Pendidikan, yaitu peran aktif bangsa Indonesia belajar ke India dimana dikenal ada kota Nalanda sebagai tempat belajar siswa asing, diantara siswa asing adalah bangsa Indonesia. Mereka belajar sastra, bahasa, agama, arsitektur dan kebudayaan lainnya. Sehingga telah memiliki ilmu dan kecakapan untuk dikembangkan di Indonesia, maka lahirlah kebudayaan-kebudayaan baru di Indonesia yang mirip India.
2.       Faktor asimilasi kebudayaan melalui perkawinan, perdagangan, hubungan social dan sebagainya sehingga pengaruh kebudayaan India sangat tinggi pengaruhnya terhadap kebudayaan Indonesia.


Demikian sekilas catatan dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi kita semia, amin. Nantikan tulisan-tulisan saya selanjutnya yaaa, wassalam..

First International Indonesia-China Art Exhibition

Assalamualaikum Wr Wb, saya mau berbagi pengalaman menarik lagi nih bersama teman teman sekelas saya, kali ini kita mengikuti workshop lukis yang nama acaranya ‘First International Indonesia-China Art Exhibition’ yang berlokasi di Museum Nasional, Jakarta. 

Sebenernya bukan cuman workshop aja kegiatan di sana, ada juga pameran lukisan karya seniman-seniman asal Indonesia dan seniman-seniman asal China yang diselenggarakan dari tanggal 18 sampai tanggal 25 Oktober 2014, tapi selain kita nonton pameran kita juga ikut workshop lukis dari seniman-seniman beken asal Indonesia dan China pada tanggal 20 Oktober 2014. Asik banget acaranya, berikut foto-fotonya.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review
SEO Links Exchanges, Blog Link Building Service Build Your Links For Free, Links Building Service SEO Links Attitude | Free SEO Links Building Free Backlink Service, Links Building 4 Free